Saturday, April 21, 2012

Mental Mandiri

"...kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu" Lukas 5:24. Ada beberapa kebenaran penting yang dapat kita pelajari dari firman Tuhan di atas. Diceritakan bahwa ada seorang lumpuh yang digotong oleh ke empat temannya untuk di bawa kepada Yesus. Untuk bisa sampai kepada Yesus ternyata bukan hal yang mudah karena tempat di mana Yesus sedang mengajar sudah penuh orang sehingga mereka bahkan harus menggotong temannya yang lumpuh itu melalui atap rumah agar bisa bertemu dengan Yesus. Karena Yesus melihat iman mereka, maka Yesuspun menyembuhkan orang yang lumpuh itu. Perhatikan bagaimana Yesus berkata kepada orang lumpuh tersebut, "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Setelah orang lumpuh tersebut disembuhkan dan bisa berjalan ternyata dialah yang harus mengangkat tilamnya sendiri. Orang lumpuh tersebut tidak boleh meminta kepada keempat temannya untuk kembali mengangkat tilamnya. Dia sudah disembuhkan, maka dia sendiri yang harus mengangkat tilamnya. Mental mandiri. Kurang lebih seperti itulah perintah Tuhan kepada si lumpuh setelah ia disembuhkan. Pertumbuhan rohani kitapun harusnya demikian. Setelah kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, kita tidak bergantung kepada orang lain untuk bertumbuh dalam iman dan kerohanian kita. Kita bertanggung jawab penuh atas hal itu. Kita harus mandiri dalam membangun rumah rohani kita. Kiranya melalui renungan di atas, kita dimotivasi agar tidak terus-menerus menggantungkan iman kita kepada orang lain. Seperti bapa rohani kita. Tetapi marilah kita bertumbuh secara terus-menerus dalam hidup rohani kita.

Friday, April 20, 2012

Sejuta Cerita Dalam Foto Keluarga

Foto atau gambar yang dipotret dari sebuah kamera menyimpan sejuta cerita, kenangan yang tidak akan dilupakan oleh mereka yang memilikinya. Kita bisa mengukir cerita indah lewat foto. Kita bisa mengenang kembali masa lalu kita melalui selembar. Kita bisa membayangkan kembali indahnya ketika kita masih kecil. Ketika tumbuh menjadi dewasa. Lalu menemukan tambatan hati dan melahirkan generasi penerus. Semua bisa kita telusuri kembali dalam sekejab hanya dengan memandang sebuah foto atau gambar diri kita bersama keluarga. Mungkin ada rasa haru, sedih dan mungkin canda tawa kala kita memandang potret kita bersama keluarga. Itulah keunggulan dari sebuah foto diri kita.

Wednesday, April 18, 2012

Bagaimana Cara Supaya Hidup Sejahtera?


Berikut ini beberapa dasar-dasar praktis untuk gaya hidup sehat yang sangat penting bagi pemulihan Anda sebagai pribadi yang utuh. Mungkin kedengarannya sederhana, tapi jangan anggap enteng demi pemulihan yang lebih efektif dan bertahan lama.

1. Makan makanan yang seimbang dan bergizi
Membaginya rata sepanjang hari. Ada hubungan antara depresi, otak dan makanan yang Anda makan.

2. Cukup tidur
Paling tidak delapan jam sehari. Satu gejala yang sering dihubungkan dengan depresi, kecemasan dan stress adalah gangguan tidur. Kelelahan juga dapat menyebabkan depresi.

3. Mulai berolahraga
Aktivitas fisik adalah pembangkit semangat. Studi yang semakin bertambah menunjukkan bahwa olahraga adalah pembangkit semangat yang efektif, pengobatan anti depresan alami untuk depresi. Olahraga tidak harus yang berat. Dengan berjalan kaki selama tiga puluh menit sehari dan dilakukan tiga atau empat kali seminggu, bisa sama efektifnya dengan obat-obatan untuk mengobati beberapa jenis depresi.

4. Mengurangi stress dalam hidup Anda
Stress, kecemasan dan depresi sering sejalan. Jadi perhatikanlah tekanan-tekanan kronik dalam kehidupan Anda dan pelajari teknik-teknik paling efektif untuk membantu Anda mengurangi dan pulih dari stress dalam kehidupan Anda.

5. Lingkupi diri Anda dengan hal-hal positif
Belajarlah untuk mempertanyakan setiap keyakinan menyimpang yang mungkin Anda miliki dan gantikan dengan alternatif-alternatif yang alkitabiah, berdasarkan realita dan optimistik.

6. Luangkan waktu untuk diri sendiri
Anda harus meniatkannya untuk memelihara aktivitas-aktivitas bermakna dalam kehidupan Anda, seperti berkumpul bersama sahabat, menikmati hobi, pergi ke berbagai tempat dan bersenang-senang.

7. Luangkan waktu untuk orang lain
Lakukan sesuatu untuk orang lain. Siap sedialah mendengarkan atau membantu. Saat Anda memperhatikan diri Anda dan juga orang lain yang mungkin membutuhkan dukungan Anda, akan bermanfaat jika Anda menjaga sudut pandang.

Wednesday, April 11, 2012

Peran Orangtua Membangun Karakter Anak


Mengembangkan karakter anak merupakan masalah paling serius yang harus ditangani orangtua. Berbagai pendekatan, perlu dilakukan secara keseluruhan. Kesehatan, pendidikan formal, pengajaran bersosial, norma dan agama merupakan hal yang perlu disatukan dalam membentuk karakter mereka.

Ada beberapa contoh atau trik yang bisa dilakukan orang tua untuk mengembangkan kepribadian, tanggung jawab dan karakter yang menghormati orang lain pada anak.

1. Gunakan nama sebutan untuk masing-masing anak.
Dalam masyarakat Indonesia, memanggil seseorang dengan menyebut namanya dan diikuti nama orangtua di belakangnya. Tradisi ini dipercaya bisa membangun anak lebih dewasa dan bertanggungjawab karena ia mengatasnamakan orang lain. Memanggil anak dengan tambahan nama keluarga, misalnya, “Rut anak ibu Naomi”, atau “Daud anak bapak Isai”, akan membuat anak sadar bahwa keberadaan diri dan tingkah lakunya merupakan cerminan kedua orangtua.

2. Biarkan anak berada di antara orang dewasa.
Pada pertemuan, acara-acara atau diskusi untuk keputusan dalam keluarga, seringkali anak-anak dipisahkan. Padahal, membiarkan mereka ikut duduk dan mendengarkan bagaimana cara orang dewasa menyelesaikan persoalan akan mengajarkannya bagaimana menjadi dewasa. Anak pada dasarnya belajar dengan cara mengimitasi orang di sekitarnya. Berada di antara orang yang lebih bijaksana akan mendidik anak belajar bijaksana pula, lebih berharga daripada membiarkan anak terlalu lama bermain dengan anak lain atau main game.

3. Perbanyaklah bercerita mengenai sejarah pahlawan atau tokoh-tokoh bersejarah.
Pahlawan dan tokoh sejarah yang penting artinya bagi umat manusia – perlu diingat ini bukan pahlawan dalam komik atau film kartun – akan mendorong anak untuk meniru keberanian yang digambarkan dari pahlawan itu. Orangtua kini melupakan kisah-kisah sejarah bagaimana para pahlawan iman menjalani hidup imannya dengan penuh pengorbanan sepanjang Alkitab. Cerita mengenai Musa, misalnya. Kisah sejarah yang lebih detil, apalagi dengan cara bernarasi yang menarik, akan lebih berkesan di hati anak, dari kisah-kisah lainnya.

4. Contohkan tingkah laku yang baik.
Contoh lebih baik dari kata-kata. Beberapa tingkah laku yang baik yang perlu dicontoh anak yaitu menghormati orang yang lebih tua, menegur lebih dahulu saat berpapasan orang yang dikenal di jalan, meminta permisi saat melewati orang lain, dan jika berada dalam sebuah kelompok, kelompok yang lebih kecil sebaiknya menyapa kelompok yang lebih besar lebih dahulu.

5. Berikan doa yang baik dan penghargaan yang seharusnya mereka terima di depan orang atau teman lain.
Sebagai contoh, kadang kala anak berhak menerima penghargaan atau bagian yang patut diterimanya, misalnya makanan atau mainan. Namun, orangtua justru memberikan haknya itu kepada adiknya yang lebih kecil karena menganggap itu merupakan hal yang baik. Sebenarnya, anak berapapun umurnya, jika mereka berhak akan apa yang sudah dijanjikan atau yang diterima, maka itu adalah bagiannya. Anak – walaupun pura-pura rela – tidak akan senang memberikan haknya kepada orang lain, walaupun dengan alasan mengalah kepada orang lebih tua atau lebih muda. Supaya tidak membuat mereka marah, sebelum mengambil apa yang telah menjadi haknya, sebaiknya orang tua meminta ijin dahulu baik-baik.

6. Ajaklah anak berolahraga dalam tim.
Olahraga yang mengandalkan kerja sama akan membuat anak lebih bertanggungjawab dan membangun keterampilan mendelegasikan tugas pada orang lain. Olahraga yang mengandalkan kekuatan dan kecermatan juga baik bagi anak, gunanya untuk membangun kontrol mereka terhadap diri sendiri. Olahraga itu seperti memanah (mengontrol konsentrasi), berenang (mengontrol pernafaan) dan berkuda (mengatur hewan piaraan).

7. Jangan mempermalukan anak di depan orang lain.
Orang tua sebaiknya tidak sekali-kali merendahkan ide atau kreatifitas anak, doronglah mereka untuk menjadi bagian dari yang lain.

8. Berkonsultasilah dengan anak.
Untuk beberapa persoalan penting yang menyangkut masa depan anak bicaralah dengan mereka dengan serius, dan tanyalah pendapat-pendapat mereka.

9. Berikan tanggung jawab sesuai usia.
Misalnya, tanggung jawab membersihkan lantai, atau menyetrika baju sendiri, atau mencuci gelas dan piring yang ia gunakan.

10. Ajar dan dorong untuk tampil berani.
Anak yang seringkali gugup dalam beberapa hal bisa jadi karena orang tua mereka sendiri tak pernah mau tampil, atau anak malu dengan keberadaan keluarganya. Orang tua sebaiknya memberi contoh dan memberikan dorongan untuk anak tampil berani termasuk berbicara di depan umum.

11. Yakinkan pakaian yang dikenakan anak cukup pantas.
Memberikan pakaian yang pantas, tidak harus bagus, merupakan salah satu cara membangun kepercayan diri anak. Ajarkan mereka untuk selalu menjaga kebersihannya. Bedakan pakaian untuk anak laki-laki dan perempuan, sehingga mereka tidak akan malu di depan teman-temannya.

12. Jangan terlalu memanjakan.
Ukuran memanjakan anak dengan kekayaan dan fasilitas memang relatif, apalagi bagi keluarga berpunya. Tapi, ingatlah selalu, bahwa belajar dari kekurangan akan selalu lebih baik.

13. Jangan biarkan anak bermalas-malasan.
Banyak nonton televisi, membeli banyak kaset, atau VCD yang pada dasarnya hanya akan membuang waktu percuma. Hal-hal ini akan mengurangi kekuatan badan, kehormatan dan keseriusan mereka dalam menyelesaikan satu masalah.

Cara Mengelola Keuangan Dalam Keluarga Kristen


“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”
1 Timotius 6:10

A.Makna Firman Tuhan
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan secara serius dari firman Tuhan di atas.
Pertama, “akar segala kejahatan ialah cinta uang.” Apa artinya? Artinya uang bisa menjadi berhala dan menggantikan posisi Tuhan dari kehidupan keluarga. Kedua, “Sebab oleh memburu uanglah …” Apa maknanya? Maknanya ialah segenap hidup, seluruh waktu dan semua tenaga terfokus kepada mengumpulkan uang. Ketiga, “… beberapa orang telah menyimpang dari iman …” Kehidupan spiritual (pribadi dan keluarga) tidak diperhatikan dan dibangun dengan benar. Keluarga tidak lagi berlandaskan iman kepada Tuhan tetapi berlandaskan uang. Keempat, “ … menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” Hidup pribadi dan keluarga menjadi tersiksa karena sikap yang menjadikan uang segalanya.

B. Arti Manajemen
Arti manajemen menurut Oey Liang Lee, yang dikutip oleh M. Manulang dalam buku Dasar-Dasar Manajemen menulis demikian: “Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.” Jadi, manajemen punya kaitan dengan aktivitas atau kegiatan membuat rencana, mengorganisir, menyusun, mengarahkan dan mengawasi sumber daya dalam upaya membuat tujuan yang telah ditetapkan tercapai.

C. Kepentingan dan Tujuan Mengelola Keuangan Keluarga
1. Pentingnya Mengatur Uang Keluarga
Salah satu pemicu konflik dalam rumah tangga Kristen ialah uang. Untuk memimalkan konflik dalam keluarga yang disebab oleh uang, maka penting uang itu diatur bersama oleh suami-istri secara benar dan bertanggungjawab. Dalam hal ini ada kesepakatan bersama antara suami-istri ketika mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
2. Tujuan Mengatur Uang Keluarga
Tujuan mengatur keuangan dalam rumah tangga pada hakekatnya ialah supaya terciptanya keseimbangan dan keselarasan antara pemasukan dan pengeluaran uang. Artinya penempatan atau pengalokasian keuangan harus dilakukan secara efektif, efisien dan proporsional. Di sini suami-istri harus memperhatikan ketika mengeluarkan uang perlu menentukan mana yang menjadi prioritas utama. Perhatikan pepatah klasik berikut: “Jangan lebih besar pasak dari pada tiang.” Maknanya ialah jangan sampai lebih besar uang yang dikeluarkan daripada uang yang masuk. Dengan mengelola uang secara benar dan bertanggung jawab, maka suami-istri/keluarga dapat terhindar dari krisis ekonomi rumah tangga. Camkan hal ini: berkat Tuhan tidak pernah kurang apalagi habis bagi kita yang bekerja dengan rajin, jujur, taat dan setia serta selalu berharap kepada-Nya.

D. Sumber Keuangan Keluarga
Sumber-sumber keuangan antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain tentu berbeda. Ini juga berdampak kepada pemasukan keuangan dalam rumah tangga. Ada sumber keuangan yang diperoleh dari pekerjaan tetap. Sumber lainnya dari bisnis/usaha. Dan lain-lain. Intinya semua sumber keuangan diperoleh dari dan dengan cara yang benar dan mempermuliakan Tuhan. Semua sumber keuangan ini tidak ada yang dirahasiakan baik oleh suami maupun istri. Suami-istri harus memegang prinsip transparansi atau keterbukaan. Mengapa? Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, di mana hal-hal itu bisa mengganggu harmonisasi rumah tangga.

E. Pengeluaran Keuangan Keluarga
Pengeluaran keuangan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup rumah tangga. Keuangan keluarga biasanya secara umum dikeluarkan untuk beberapa kategori. Antara lain:
1. Pengeluaran rutin atau tetap – harian, mingguan dan bulanan.
2. Pengeluaran sebagai tabungan untuk masa depan.
3. Pengeluaran tak terduga

F. Pemegang Kendali Keuangan Keluarga
Memang tidak ada patokan baku tentang siapa sesungguhnya yang memegang kendali keuangan dalam rumah tangga. Saran yang disampaikan ialah suami-istri harus duduk bersama dalam upaya menentukan pengalokasian keuangan, baik uang masuk maupun uang yang akan dikeluarkan. Sisanya bisa dibagikan untuk uang saku suami dan istri.

G. Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga
Merencanakan keuangan sejak dini wajib dilakukan setiap keluarga. Ini berlaku baik buat pasangan muda maupun pasangan yang sudah menikah lebih dari 20 tahun. Membuat rencana yang baik akan membantu untuk menggunakan dana secara bijak sesuai tingkat keperluannya.

Merencanakan keuangan keluarga tidak harus rumit. Anda boleh saja memiliki perencanaan yang detail dan rapi, namun adakalanya perencanaan yang sederhana juga berhasil. Berikut 7 prinsip dasar yang perlu Anda pegang dalam membuat perencaaan keluarga:

1. Belanja lebih kecil daripada pendapatan
Ini hukum pertama yang wajib dipatuhi. Sangat sederhana namun sering dilanggar. Jangan pernah membelanjakan lebih besar dari pendapatan Anda. Masalah besar dalam keuangan keluarga dimulai dari melanggar hal ini. Ini terjadi ketika Anda membelanjakan sesuatu yang sebenarnya tidak Anda miliki.
Ketika Anda mulai belanja lebih besar dari pendapatan, membeli barang melebihi kemampuan, maka malapetaka keuangan dimulai. Anda akan mulai membuat lubang yang terus menerus semakin dalam. Dan jauh lebih sulit untuk berusaha keluar dari lubang tersebut daripada mencoba menghindarinya pada kesempatan pertama. Jadi, belanja dengan bijak, jangan melebihi pendapatan. Anda akan hidup lebih bahagia, di rumah dan di tempat kerja.

2. Hindari hutang
Terus terang hutang begitu menggoda. Apa yang tidak bisa Anda beli sekarang dapat dimiliki saat ini juga dengan hutang. Namun perlu diingat, hutang akan membuat Anda sengsara apalagi jika ternyata tidak punya kemampuan mengembalikannya. Lantas, mungkinkah hidup tanpa berhutang? Tentu saja sangat mungkin. Jika Anda menjalankan prinsip pertama belanja lebih kecil dari pendapatan, maka Anda tidak perlu berhutang. Tahan semua keinginan membeli sesuatu kecuali Anda sudah memiliki kemampuan. Dengan cara ini Anda akan belajar tertib hanya memiliki sesuatu jika memang sudah memiliki kemampuan. Atau jika Anda sangat mengidamkan sesuatu, tabunglah secara teratur sampai Anda mampu membeli apa yang Anda inginkan tersebut tanpa perlu berhutang.

3. Hidup sederhana
Apakah hidup sederhana itu? Apakah hidup dengan tidak memiliki rumah atau kendaraan? Dalam pandangan saya pribadi, hidup sederhana berarti hidup sesuai kebutuhan. Tidak mesti semua yang Anda inginkan harus dibeli. Hidup sesuai kebutuhan Anda dan bagi kelebihannya kepada orang lain yang membutuhkan. Inilah hidup untuk memberi makna. Hidup sederhana bisa jadi berbeda-beda untuk tiap keluarga. Jika Anda sangat kaya, maka cukupkan diri dengan satu atau dua kendaraan saja. Tidak harus mengkoleksi seluruh kendaraan yang Anda untuk menunjukkan kemampuan Anda.
Jika Anda hidup dengan keterbatasan keuangan, syukuri apa yang ada dan hiduplah seadanya. Jika Anda tidak punya uang, hiduplah tanpanya. Toh, dunia tidak akan jadi kiamat gara-gara hal itu. Anda tidak harus punya laptop, handphone terbaru, iPad, nonton bioskop atau makan di restoran. Ada banyak cara menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Temukan cara untuk menikmati kesenangan bersama keluarga Anda tanpa mengeluarkan biaya.

4. Atur budget dengan sederhana
Ada banyak cara mengatur keuangan. Jika mampu, Anda bisa meminta bantuan konsultan keuangan profesional yang akan mengajarkan cara menata keuangan. Jika rajin mencatat, Anda bisa mengunakan software keuangan keluarga untuk mencatata pengeluaran, pemasukan sekaligus mengatur budget Anda. Dan jika Anda pusing dengan semua cara di atas, maka ada pengaturan paling sederhana. Pisahkan uang yang Anda miliki ke dalam amplop untuk setiap kebutuhan. Pastikan pengeluaran tidak melebihi jatah setiap amplop. Di akhir bulan, hitung kelebihannya dan tabung. Anda akan terbantu ketika masa sulit tiba.

5. Jadikan tabungan sebagai pengeluaran pertama
Menabung tidak harus besar. Yang paling penting adalah teratur. Dari pendapatan Anda yang selama ini ada, tetapkan nilai tabungan yang wajar. Segera setelah Anda menerima pendapatan, tabung jumlah tadi dalam rekening terpisah. Itulah cara menjadikan tabungan sebagai pengeluaran pertama.
Anda tidak akan lupa menabung dan yang paling penting tidak ada lagi alasan tidak bisa menabung karena kehabisan uang.

6. Bayar tagihan sesegera mungkin
Setiap rumah tangga punya tagihan. Mulai dari listrik, air, telepon, internet dan berbagai tagihan lainnya. Termasuk jika Anda mengontrak rumah, Anda pun harus membayar sewa di muka. Bayarkan secepat mungkin setelah Anda menerima tagihan. Ini akan membuat satu urusan beres dan Anda tidak perlu pusing lagi membayarnya di kemudian hari. Baik karena kehabisan uang atau kelupaan.

7. Sepakat antara suami dan istri
Berbicara perencanaan keuangan keluarga tidak dapat lepas dari peran suami dan istri yang menjalankan rumah tangga. Untuk itu Anda perlu sepakat dengan pasangan bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Dalam setiap pasangan sangat wajar terjadi perbedaan pandangan dan cara melihat sesuatu yang dianggap penting atau tidak. Untuk itu, duduk bersama, bicarakan secara terbuka, dan buat kesepakatan dengan pasangan Anda. Istri harus mengerti kemampuan keuangan suami dan suami pun harus mengerti kebutuhan rumah tangga yang diatur istrinya.

Jika kedua pasangan bekerja, ada baiknya suami istri saling mengetahui pendapatan masing-masing agar tiada dusta diantara kita. Jika penghasilan suami memadai, maka bisa dibuat kesepakatan suami yang membiayai keluarga sedangkan penghasilan istri baru dipakai jika ada emergency. Namun jika istri mau turut serta membantu pengeluaran keluarga itu pun akan lebih baik. Yang penting terjadi komunikasi dan saling memahami. Suami pun tak perlu merasa rendah diri jika ternyata gaji istri jauh lebih besar.

Tanpa kesepakatan suami istri, akan sulit membuat perencanaan keuangan keluarga yang baik. Jika Anda tidak terbiasa mendiskusikan hal seperti ini dengan pasangan, cobalah sedikit demi sedikit dari sekarang. Jadi merencanakan keuangan keluarga tidaklah sesulit yang dipikirkan banyak orang. Anda bisa melakukan dengan cepat dan mudah. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk tidak memulainya sejak sekarang. Lakukan dan hiduplah dengan damai bersama keluarga tercinta.